Polisi Medan Tangkap Kurir Ganja 1,3 Ton, Jaringan Narkoba Antar Provinsi Dibongkar!

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan berhasil mengungkap jaringan narkoba antar provinsi dengan menangkap seorang kurir yang membawa 1,3 ton ganja kering. Penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihak Polisi Medan untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara.

Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti

Penangkapan kurir ganja tersebut dilakukan pada hari Senin, 12 Desember 2022, sekitar pukul 19.00 WIB, di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan. Pelaku, yang diketahui berinisial M (23), ditangkap saat mengendarai sebuah mobil boks dengan nomor polisi BL 8237 HC yang berisi ratusan bal ganja kering.

Dari hasil penggeledahan, Polisi Medan menemukan barang bukti ganja seberat 1,3 ton yang dikemas dalam 36 karung goni. Ganja tersebut diduga berasal dari Aceh dan akan diedarkan di wilayah Sumatera Utara, khususnya Medan.

Penyelidikan dan Pengembangan Kasus

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus ini dan mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, menyatakan bahwa pihaknya telah mengintai jaringan ini selama sebulan sebelum melakukan penangkapan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari provinsi lain untuk melacak asal-usul ganja tersebut dan menangkap pemasoknya.

Pihak kepolisian juga akan mendalami keterangan pelaku untuk mengetahui peran pelaku lain dalam jaringan ini. Pelaku mengaku bahwa ia tidak bekerja sendiri dan ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini.

Dampak dan Upaya Pemberantasan Narkoba

Penangkapan kurir ganja dengan barang bukti sebanyak ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara masih menjadi ancaman serius. Pihak kepolisian terus berupaya untuk memberantas peredaran narkoba dengan melakukan berbagai operasi penangkapan dan penyuluhan kepada masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam membantu pihak kepolisian memberantas peredaran narkoba dengan memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan.

Ancaman Hukuman Berat

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.  

Salon di Medan Dirampok Komplotan Bersenpi, Polisi Buru Pelaku!

Sebuah salon di Kota Medan menjadi sasaran perampokan oleh komplotan bersenjata api (bersenpi), menimbulkan ketakutan di kalangan pemilik usaha dan warga sekitar. Insiden ini kini dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku dan mengungkap motif perampokan.

Kronologi Perampokan dan Keterangan Saksi

Menurut keterangan saksi, perampokan terjadi pada (tanggal kejadian) di sebuah salon yang terletak di (nama lokasi). Komplotan perampok yang berjumlah (jumlah pelaku) orang masuk ke dalam salon dengan membawa senjata api dan mengancam para karyawan serta pelanggan. Para pelaku kemudian mengambil barang-barang berharga, seperti uang tunai, perhiasan, dan ponsel, sebelum melarikan diri.

Upaya Kepolisian dalam Penyelidikan

Pihak kepolisian dari Polrestabes Medan segera merespons laporan perampokan ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Tim khusus dibentuk untuk memburu para pelaku dan mengungkap jaringan di balik aksi perampokan ini.

Kapolrestabes Medan (nama Kapolrestabes) menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk menangkap para pelaku dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Dampak dan Kekhawatiran Masyarakat

Insiden perampokan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik usaha dan warga sekitar, terutama di wilayah yang rawan terhadap tindak kriminalitas. Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dan meningkatkan patroli keamanan di wilayah tersebut.

Imbauan Kepada Masyarakat

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi tindak kriminalitas. Jika melihat atau mengalami kejadian yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian.

Selain itu, pemilik usaha juga diimbau untuk meningkatkan sistem keamanan di tempat usaha mereka, seperti memasang kamera CCTV dan alarm keamanan.

Polisi juga mengimbau pemilik salon di Medan dan usaha sejenis untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat jam-jam sepi. Pemasangan CCTV dan perekrutan petugas keamanan dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi titik balik untuk meningkatkan keamanan di Medan.

Sungguh Terkutuk! Ojol Maling Motor di Masjid Kota Medan Terekam CCTV

Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Kali ini, pelaku yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) nekat melakukan aksinya di area parkir sebuah masjid di Jalan HM. Joni, Kecamatan Medan Kota. Ironisnya, ojol maling motor tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) saat melancarkan aksinya pada Minggu dini hari, 13 April 2025, sekitar pukul 03.30 WIB. Pihak kepolisian Sektor Medan Kota kini tengah memburu pelaku ojol maling motor yang telah meresahkan jamaah masjid.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh pihak kepolisian, terlihat seorang pria yang mengenakan jaket ojol dan helm mendekati sebuah sepeda motor yang terparkir di halaman masjid. Dengan sigap, ojol maling motor tersebut mengeluarkan kunci लेटर T dan dalam waktu singkat berhasil membobol kunci kontak motor korban. Setelah berhasil menyalakan mesin, ojol maling motor itu langsung tancap gas meninggalkan lokasi masjid. Aksi ojol maling motor ini baru disadari oleh korban, seorang jamaah yang hendak pulang setelah melaksanakan ibadah sholat subuh.

Kapolsek Medan Kota, Kompol. Rikki Ramadhan, S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi pada Minggu siang, 13 April 2025, membenarkan adanya kejadian maling motor di area masjid tersebut. “Kami telah menerima laporan dari korban dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rekaman CCTV menjadi bukti kuat dan petunjuk penting bagi kami untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku ojol maling motor ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kompol. Rikki menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku. Ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV dan informasi terkait plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku saat beraksi telah disebar ke seluruh jajaran kepolisian. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para jamaah masjid, untuk lebih waspada dan menggunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraannya.

Pihak kepolisian sangat menyayangkan tindakan pelaku yang memanfaatkan profesinya sebagai ojol untuk melakukan tindak kriminal di tempat ibadah. Mereka berjanji akan segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Informasi Penting Terkait Maling Motor di Medan:

  • Waktu Kejadian: Minggu dini hari, 13 April 2025, sekitar pukul 03.30 WIB.
  • Lokasi Kejadian: Area parkir masjid di Jalan HM. Joni, Kecamatan Medan Kota, Medan.
  • Pelaku: Seorang pria mengenakan jaket ojol dan helm (identitas masih dalam penyelidikan).
  • Modus Operandi: Menggunakan kunci T untuk membobol kunci kontak motor.
  • Barang Bukti: Rekaman CCTV.
  • Tindakan Kepolisian: Olah TKP, pembentukan tim khusus untuk pengejaran pelaku, penyebaran ciri-ciri pelaku dan kendaraan.
  • Imbauan Kepolisian: Jamaah masjid lebih waspada, gunakan kunci ganda saat parkir.

Aksi ojol maling motor di masjid ini sangat mencoreng citra pengemudi ojol lainnya dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menangkap pelaku dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

TRAGEDI DI PERAIRAN MEDAN: Nelayan Tewas Terjatuh dari Perahu Saat Melaut

Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 12 April 2025 – Kabar duka datang dari komunitas nelayan di Medan setelah seorang nelayan tewas akibat terjatuh dari perahunya saat mencari ikan di perairan Selat Malaka. Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, mengakibatkan korban hilang sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Identitas nelayan tewas tersebut diketahui bernama Usman (55 tahun), seorang nelayan berpengalaman asal Belawan.

Informasi yang dihimpun dari rekan sesama nelayan menyebutkan bahwa korban pergi melaut seorang diri menggunakan perahu kecil. Diduga kuat, saat sedang memasang jaring di tengah laut, korban kehilangan keseimbangan akibat gelombang atau kondisi perahu yang oleng, hingga akhirnya terjatuh ke laut. Rekan-rekan nelayan yang menyadari korban tidak kembali hingga pagi hari kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Tim SAR gabungan dari Basarnas Medan, Polairud Polda Sumatera Utara, dan komunitas nelayan setempat segera melakukan operasi pencarian. Setelah beberapa jam melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban terakhir terlihat, tim SAR akhirnya menemukan nelayan tewas tersebut dalam kondisi mengapung.

Kepala Kantor SAR Medan, Bapak Rokan Sitompul, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami menerima laporan dari komunitas nelayan pada Sabtu pagi dan langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian. Korban berhasil ditemukan namun sayangnya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban telah dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Belawan. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama saat kondisi cuaca kurang baik atau melaut seorang diri.

Kapolsek Belawan, Kompol Heryanto, S.H., juga turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tewasnya pelayan yang terjatuh ke laut. Pihaknya mengimbau kepada para nelayan untuk selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung saat melaut dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat. Kasus nelayan tewas ini menjadi pengingat akan risiko pekerjaan sebagai nelayan dan pentingnya kewaspadaan.

Lansia di Medan Tewas Dianiaya Perampok saat Ingin Beli Makan

Kota Medan kembali dihebohkan dengan aksi perampokan yang merenggut nyawa seorang lansia. Kali ini, korban bernama Kakek Ahmad (72 tahun), ditemukan tewas dengan luka parah di sekujur tubuhnya setelah diduga menjadi korban perampokan saat hendak membeli sarapan di sekitar kediamannya di Jalan Garuda, Kecamatan Medan Perjuangan. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu pagi, 13 April 2025, sekitar pukul 06.30 WIB.

Menurut keterangan saksi mata, seorang pedagang kaki lima yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian, Kakek Ahmad terlihat berjalan kaki seorang diri menuju warung nasi langganannya. Tiba-tiba, dua orang pelaku perampokan yang mengendarai sepeda motor matic memepet korban. Diduga kuat, pelaku perampokan berusaha merampas barang berharga milik korban. Karena korban melakukan perlawanan, kedua pelaku perampokan tersebut nekat melakukan penganiayaan brutal.

Kronologi Perampokan yang Menewaskan Lansia di Medan:

  • Minggu, 13 April 2025, sekitar pukul 06.15 WIB: Kakek Ahmad (72 tahun) keluar dari rumahnya di Jalan Garuda, Medan Perjuangan, dengan tujuan membeli sarapan di warung terdekat.
  • Sekitar pukul 06.30 WIB: Dua orang pelaku perampokan dengan sepeda motor memepet korban di Jalan Garuda.
  • Terjadi perlawanan dari korban saat pelaku berusaha merampas barang berharga.
  • Pelaku melakukan penganiayaan fisik yang menyebabkan luka parah pada tubuh korban.
  • Setelah korban tidak berdaya, pelaku berhasil mengambil sejumlah uang tunai dari saku korban dan melarikan diri dengan sepeda motor.
  • Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkan perampokan ini ke Polsek Medan Timur.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Joni Sitepu, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian perampokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang lansia. Pihaknya menyatakan telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan mendalam dan mengejar kedua pelaku perampokan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi optimis dapat segera mengungkap identitas pelaku.

Kasus perampokan sadis yang menewaskan seorang lansia ini menimbulkan keprihatinan dan kemarahan di kalangan masyarakat Medan. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan.

Tragis! Pencuri Seng Kandang Kambing Tewas Dihakimi Massa di Medan

Sebuah insiden tragis terjadi di Dusun Sei Rotan, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Medan pada hari Jumat, 30 November 2024, sekitar pukul 03.00 WIB. Seorang pria yang diduga melakukan pencurian seng dari kandang kambing milik warga setempat tewas setelah dihajar massa.

Pelaku dan Korban:

Identitas pelaku pencurian belum diketahui pasti. Sementara itu, pemilik kandang kambing yang menjadi korban pencurian diketahui bernama Bapak Jamal (48 tahun), seorang peternak warga Dusun Sei Rotan.

Kronologi Kejadian:

Kejadian bermula ketika Bapak Jamal terbangun dari tidurnya karena mendengar suara mencurigakan di sekitar kandang kambingnya. Setelah memeriksa, ia mendapati seorang pria sedang berusaha melepaskan lembaran seng dari atap kandang kambing miliknya.

Spontan, Bapak Jamal berteriak maling. Teriakan tersebut membangunkan warga sekitar yang kemudian berhamburan keluar rumah. Warga yang marah atas tindakan pelaku langsung mengepung dan menangkapnya.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai detail pasti, informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa pelaku sempat berusaha melarikan diri sehingga memicu emosi warga. Akibatnya, pelaku dihajar massa hingga mengalami luka parah.

Petugas kepolisian dari Polsek Sunggal yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga menemukan pelaku dalam kondisi kritis. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawa pelaku tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan tewas.

Tindakan Kepolisian:

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk Bapak Jamal dan warga sekitar. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui identitas pelaku dan mendalami lebih jauh kronologi pasti kejadian.

Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Ginting, melalui keterangan persnya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Pihaknya menegaskan bahwa setiap tindakan melanggar hukum harus diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya main hakim sendiri dan pentingnya bagi masyarakat untuk selalu menyerahkan penanganan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.

Polisi Amankan Begal Dari Amukan Warga di Kota Medan

Tiga orang pelaku begal berhasil diamankan oleh pihak kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan dari amukan massa. Para pelaku polisi amankan begal ini tertangkap basah saat menjalankan aksinya di wilayah Kota Medan. Beruntung, kesigapan petugas kepolisian berhasil meredam kemarahan warga dan mengamankan para pelaku dari tindakan main hakim sendiri. Insiden polisi amankan begal ini terjadi pada hari Jumat dini hari, 11 April 2025, sekitar pukul 03.00 WIB, di kawasan Jalan Gatot Subroto, Medan.

Kronologi Polisi Amankan Begal Dari Amukan Warga

Menurut informasi dari pihak kepolisian, ketiga pelaku polisi amankan begal tersebut berjumlah tiga orang dan mengendarai sepeda motor. Mereka melakukan aksinya dengan cara memepet korban yang sedang melintas seorang diri menggunakan sepeda motor. Para pelaku kemudian mengancam korban dengan senjata tajam dan berusaha merampas sepeda motor korban. Namun, aksi polisi amankan begal ini dipergoki oleh warga sekitar yang kemudian berusaha menangkap para pelaku.

Teriakan korban dan aksi pengejaran warga menarik perhatian petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli rutin di sekitar lokasi. Dengan sigap, petugas kepolisian berhasil mengamankan ketiga pelaku polisi amankan begal tersebut dari amukan massa yang sudah mulai emosi. Beberapa warga yang geram sempat melayangkan pukulan kepada para pelaku sebelum akhirnya petugas berhasil mengendalikan situasi.

Identitas Pelaku dan Barang Bukti Diamankan Polisi

Ketiga pelaku begal yang berhasil diamankan tersebut diketahui berinisial AS (21 tahun), BN (19 tahun), dan CR (20 tahun). Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan para pelaku untuk beraksi, senjata tajam jenis celurit, serta sepeda motor milik korban yang hendak dirampas. Para pelaku kemudian dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolrestabes Medan Apresiasi Kesigapan Anggota

Kepala Polrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Budi Santoso, S.I.K., M.H., mengapresiasi kesigapan anggotanya yang berhasil mengamankan para pelaku begal dari amukan warga. Beliau juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan pelaku tindak pidana kepada pihak kepolisian. Pihaknya menegaskan akan menindak tegas всякого bentuk tindak kriminalitas, termasuk begal, yang meresahkan masyarakat Kota Medan. Para pelaku akan dijerat dengan pasal tentang percobaan perampokan dengan kekerasan.

Nelayan Raup Cuan dengan Budidaya Kerang Dara di Medan

Kabar gembira datang dari pesisir Medan, Sumatera Utara. Sejumlah nelayan di kawasan Kampung Nelayan Sejahtera, Kecamatan Medan Belawan, berhasil meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan melalui budidaya kerang dara. Salah satunya adalah Bapak Herman (48), seorang nelayan yang telah menekuni budidaya kerang dara selama beberapa tahun terakhir.

Awal Mula Budidaya Kerang Dara:

Menurut penuturan Bapak Herman, ia dan beberapa rekannya mulai mencoba budidaya kerang sekitar tiga tahun lalu. Ide ini muncul sebagai alternatif mata pencaharian di luar melaut, yang hasilnya terkadang tidak menentu. Dengan modal awal yang relatif kecil dan memanfaatkan perairan dangkal di sekitar kampung mereka, budidaya kerang ternyata memberikan hasil yang menjanjikan.

Lokasi dan Metode Budidaya:

Lokasi budidaya kerang yang dikembangkan oleh Bapak Herman dan kelompoknya berada di perairan dangkal yang memiliki pasang surut air laut yang ideal. Mereka menggunakan metode sederhana dengan membuat bedengan dari bambu dan jaring sebagai tempat bibit kerang dara ditabur. Bibit kerang dara diperoleh dari hasil tangkapan alam maupun dari pemasok bibit terpercaya.

Panen Menguntungkan:

Setelah masa pemeliharaan sekitar 4 hingga 6 bulan, kerang dara siap panen. Bapak Herman mengungkapkan bahwa dalam sekali panen dari bedengan seluas sekitar 100 meter persegi, ia bisa menghasilkan hingga 500 kilogram kerang dara. Dengan harga jual kerang dara di pasaran lokal yang berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, hasil panen tersebut memberikan keuntungan yang cukup besar.

“Alhamdulillah, dengan budidaya kerang ini, pendapatan kami jauh lebih stabil dibandingkan hanya mengandalkan hasil melaut. Permintaan pasar juga cukup tinggi, terutama dari restoran dan rumah makan seafood di Medan,” ujar Bapak Herman saat ditemui di lokasi budidayanya.

Keberhasilan Bapak Herman dan nelayan lainnya dalam budidaya kerang dara ini menjadi inspirasi bagi masyarakat pesisir lainnya di Medan.

Potensi Pengembangan:

Budidaya kerang dara di Medan diyakini memiliki potensi pengembangan yang besar. Selain memberikan keuntungan ekonomi bagi nelayan, aktivitas ini juga relatif ramah lingkungan karena tidak merusak ekosistem laut.

Kisah dan Sejarah Grand Inna Hotel Tertua di Medan

Berdiri megah di jantung Kota Medan, tepatnya di Jalan Balai Kota Nomor 2, Grand Inna Medan bukan sekadar hotel. Lebih dari itu, ia adalah saksi bisu perkembangan kota dan menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk diulik. Dikenal sebagai hotel tertua di Medan, bangunan ini memiliki akar yang kuat sejak era kolonial Belanda.

Lahirnya ‘Hotel De Boer’ di Tanah Deli

Jejak sejarah Grand Inna Medan bermula pada tahun 1898. Seorang pengusaha Belanda bernama Aeint Herman de Boer mendirikan sebuah penginapan kecil yang awalnya bernama Hotel De Boer. Pada masa itu, Medan mulai berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan perkebunan, menarik kedatangan banyak orang Eropa.

Seiring berjalannya waktu dan semakin ramainya kunjungan ke Medan, Hotel De Boer terus mengalami perluasan. Pada tahun 1909, jumlah kamar bertambah menjadi 40. Kemudian, pada tahun 1930, hotel ini kembali diperluas secara signifikan dengan penambahan 120 kamar dan sebuah aula besar, menjadikannya salah satu hotel termegah di Medan pada masanya. Bahkan, tokoh-tokoh penting seperti Raja Leopold II dari Belgia dan mata-mata terkenal, Mata Hari, pernah menginap di hotel bersejarah ini.

Transformasi Menjadi Grand Inna Medan

Setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 14 Desember 1957, dalam rangka nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda, Hotel De Boer diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Kemudian, hotel ini mengalami beberapa kali perubahan nama hingga akhirnya dikenal sebagai Grand Inna Medan. Meskipun telah mengalami pemugaran dan penambahan bangunan baru seperti Hotel Wisma Deli yang didirikan di area yang sama pada tahun 1965, bangunan asli Hotel De Boer yang bergaya kolonial tetap dipertahankan hingga kini, terutama pada bagian tengah hotel yang memiliki dua lantai dan 51 kamar.

Menyaksikan Sejarah di Jantung Kota

Lokasinya yang strategis, berseberangan dengan Kantor Pos Medan dan Lapangan Merdeka, serta berdekatan dengan bangunan-bangunan bersejarah lainnya seperti Balai Kota Medan dan Bank Indonesia, semakin menambah nilai sejarah Grand Inna Medan. Menginap di hotel ini bukan hanya sekadar mencari tempat beristirahat, tetapi juga merasakan jejak sejarah Kota Medan di setiap sudut bangunannya.

Wajib Coba! Keunikan dan Kelezatan Durian Khas Medan yang Bikin Nagih

Kota Medan, Sumatera Utara, tak hanya terkenal dengan kulinernya yang beragam dan lezat, tetapi juga memiliki durian khas yang berbeda dari durian di daerah lain. Bagi para pecinta buah berduri ini, mencicipi durian khas Medan adalah sebuah pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Keunikan rasa dan aroma yang kuat menjadi ciri pembeda durian khas Medan yang membuatnya begitu istimewa dan dicari banyak orang.

Salah satu jenis durian khas Medan yang paling populer adalah Durian Ucok. Meskipun bukan merupakan varietas resmi, nama ini melekat pada durian-durian berkualitas tinggi yang dijual di salah satu lapak terkenal di Medan. Durian khas Ucok dikenal dengan daging buahnya yang tebal, berwarna kuning keemasan, teksturnya yang lembut seperti mentega, serta rasa manis pahit yang pas dan aroma yang sangat kuat. Kelezatan durian khas ini seringkali membuat para penikmatnya ketagihan.

Selain Durian Ucok, Medan juga memiliki beragam jenis durian lokal lainnya yang tak kalah lezat. Beberapa di antaranya memiliki rasa manis legit yang dominan, sementara yang lain menawarkan kombinasi rasa manis, pahit, dan sedikit gurih yang kompleks. Keanekaragaman rasa inilah yang menjadi salah satu daya tarik durian khas Medan. Para pedagang durian di Medan biasanya sangat memahami perbedaan setiap jenis durian dan dapat memberikan rekomendasi sesuai dengan preferensi pembeli. Informasi mengenai berbagai jenis durian dapat ditemukan di website Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Untuk menikmati durian khas Medan, Anda bisa dengan mudah menemukannya di berbagai sudut kota, mulai dari lapak kaki lima hingga toko buah modern. Namun, beberapa tempat yang sangat direkomendasikan untuk berburu durian khas Medan antara lain adalah sepanjang Jalan Iskandar Muda, Jalan Sutomo, dan tentu saja, lapak Durian Ucok yang legendaris. Waktu terbaik untuk menikmati durian khas Medan adalah saat musim panen tiba, biasanya antara bulan Juni hingga Agustus dan Desember hingga Februari.

Durian khas Medan bukan hanya sekadar buah, tetapi juga merupakan bagian dari identitas kuliner kota ini. Kelezatannya yang unik dan aromanya yang memikat menjadikannya oleh-oleh yang wajib dibawa pulang bagi para wisatawan yang berkunjung ke Medan. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sendiri durian khas Medan yang akan memanjakan lidah Anda dengan sensasi rasa yang berbeda dan tak terlupakan. Informasi mengenai wisata kuliner di Kota Medan dapat diakses melalui website Dinas Pariwisata Kota Medan.