Satpam Dinas P3AKB Medan Jadi Korban Pengeroyokan Brutal 5 Oknum Anggota Dishub

Seorang petugas keamanan (Satpam) yang bertugas di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kota Medan menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh lima orang oknum anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan. Insiden korban pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu (3 Mei 2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB di area kantor Dinas P3AKB tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menurut informasi yang dihimpun dari saksi mata di lokasi kejadian, korban pengeroyokan yang diketahui bernama Surya (48 tahun) sedang berjaga malam di kantor Dinas P3AKB yang berlokasi di Jalan Sei Batanghari. Tiba-tiba, lima orang pria yang mengenakan seragam Dishub mendatangi kantor tersebut dan terlibat adu mulut dengan korban. Belum diketahui pasti penyebab awal perselisihan, namun tiba-tiba kelima oknum anggota Dishub tersebut melakukan korban pengeroyokan secara bersama-sama.

Akibat aksi korban pengeroyokan yang brutal tersebut, Surya mengalami luka memar di sekujur tubuh, luka robek di bagian kepala, serta diduga mengalami patah tulang rusuk. Warga sekitar yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi dan berusaha melerai, namun para pelaku langsung melarikan diri menggunakan beberapa unit sepeda motor dinas. Surya yang sudah terkapar kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepolisian Sektor Medan Baru yang menerima laporan mengenai korban pengeroyokan ini segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan ciri-ciri pelaku dan informasi kendaraan dinas yang digunakan, polisi berhasil mengidentifikasi kelima oknum anggota Dishub yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan ini. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Kepala Kepolisian Sektor Medan Baru, Komisaris Polisi (Kompol) Ginanjar Adiyatna, membenarkan adanya insiden pengeroyokan tersebut. “Kami sangat menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum anggota Dishub ini. Kami telah mengantongi identitas para pelaku dan saat ini tim sedang melakukan pengejaran. Kami pastikan akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam tindak pidana ini,” ujar Kompol Ginanjar saat memberikan keterangan pada Minggu pagi. Kasus korban pengeroyokan ini menjadi sorotan tajam dan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Medan diharapkan dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum anggotanya yang terlibat dalam tindakan kekerasan ini.

Medan Terkenal Akan Batik yang Melegenda: Warisan Budaya Sumatera Utara yang Memikat

Kota Medan, sebagai melting pot budaya di Sumatera Utara, ternyata menyimpan kekayaan warisan batik yang tak kalah melegenda. Meskipun Pulau Jawa lebih identik dengan batik, Medan memiliki ciri khas batik sendiri yang unik, memadukan pengaruh berbagai etnis seperti Batak, Melayu, dan Karo. Keindahan motif dan filosofi yang terkandung dalam batik Medan menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sumatera Utara dan semakin dikenal di kancah nasional.

Akar Budaya yang Tercermin dalam Setiap Motif

Batik Medan tidak lahir begitu saja. Kehadirannya merupakan hasil akulturasi berbagai budaya yang ada di Sumatera Utara. Motif-motif batik Medan seringkali terinspirasi dari unsur-unsur alam, mitologi, dan adat istiadat masyarakat setempat. Pengaruh batik Jawa juga tak dapat dipungkiri, namun batik Medan berhasil mengembangkan corak dan warnanya sendiri yang lebih berani dan ekspresif.

Salah satu motif batik Medan yang paling dikenal adalah motif Gorga, yang berasal dari ukiran rumah adat Batak. Motif ini kaya akan simbolisme dan seringkali menampilkan ornamen-ornamen geometris yang rumit dengan warna-warna cerah seperti merah, hitam, dan putih. Selain Gorga, terdapat pula motif-motif Melayu seperti pucuk rebung, semut beriring, dan itik pulang petang yang memberikan sentuhan elegan dan natural pada kain batik. Motif dari etnis Karo juga turut memperkaya khazanah batik Medan dengan kekhasan visualnya.

Keunikan Warna dan Teknik Pembuatan

Warna-warna yang dominan dalam batik Medan cenderung lebih berani dan kontras dibandingkan batik dari daerah lain. Kombinasi warna merah menyala, kuning cerah, hijau zamrud, dan hitam pekat seringkali menghiasi kain batik Medan, mencerminkan semangat dan keberanian masyarakat Sumatera Utara.

Secara teknik pembuatan, batik Medan juga memiliki keunikan tersendiri. Selain teknik tulis dan cap yang umum digunakan, beberapa pengrajin di Medan juga mengembangkan teknik pewarnaan alami yang menghasilkan warna-warna yang khas dan ramah lingkungan. Inovasi dalam teknik pembuatan ini terus dilakukan untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonominya.

Melestarikan Legenda Batik Medan

Saat ini, kesadaran akan keindahan batik Medan semakin meningkat. Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan dan mempromosikan batik khas Sumatera Utara ini, baik oleh pemerintah daerah, pengrajin, maupun komunitas pecinta batik.