Bihun Bebek Medan, Kelezatan Kuah Gurih yang Menggugah Selera

Bihun Bebek khas Medan kota yang terkenal dengan ragam kulinernya, memiliki hidangan istimewa yang wajib dicoba, yaitu bihun bebek. Hidangan ini memadukan kelezatan bihun dengan kuah gurih kaldu bebek yang kaya rempah, menciptakan sensasi rasa yang tak terlupakan.

Keunikan Bihun Bebek khas Medan

Bihun bebek Medan memiliki ciri khas pada kuahnya yang gurih dan kaya rempah. Kuah ini dibuat dari kaldu bebek yang direbus dalam waktu lama dengan berbagai rempah seperti jahe, lengkuas, dan serai. Daging bebek yang digunakan pun dipilih yang berkualitas, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan cita rasa yang lezat.

Proses Pembuatan Bihun Bebek Medan

Proses pembuatan bihun bebek Medan cukup sederhana. Bihun direbus hingga matang, kemudian disiram dengan kuah kaldu bebek yang panas. Daging bebek yang telah direbus dan dipotong-potong ditambahkan sebagai pelengkap. Hidangan ini biasanya disajikan dengan taburan daun bawang dan bawang goreng untuk menambah aroma dan cita rasa.

Rekomendasi Tempat Makan Bihun Bebek di Medan

  • Bihun Bebek Asie:
    • Bihun Bebek Asie adalah salah satu tempat makan bihun bebek legendaris di Medan. Tempat ini terkenal dengan kuah kaldu bebeknya yang kental dan kaya rasa.
  • Bihun Bebek Akien:
    • Bihun Bebek Akien juga merupakan tempat makan bihun bebek yang populer di Medan. Tempat ini menawarkan bihun bebek dengan daging bebek yang empuk dan kuah kaldu yang gurih.
  • Bihun Bebek Atak:
    • Bihun Bebek Atak juga merupakan tempat makan yang menyajikan bihun bebek yang enak dan legendaris di Medan.
  • Bihun Bebek Amin:
    • Bihun Bebek Amin juga merupakan tempat makan yang menyajikan bihun bebek yang lezat di Medan.

Tips Menikmati Bihun Bebek Medan

  • Bihun bebek Medan paling nikmat disantap selagi hangat.
  • Anda dapat menambahkan sambal untuk menambah cita rasa pedas.
  • Jika Anda tidak suka daging bebek, Anda dapat memesan bihun dengan kuah kaldu saja.

Bihun bebek Medan adalah hidangan yang wajib dicoba bagi para pecinta kuliner. Kelezatan kuah gurih dan daging bebek yang lembut akan memanjakan lidah Anda.

Heboh! Preman Palak Uang Beli Miras di Warung Makan Medan, Resahkan Pengunjung

Medan – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria yang diduga preman meminta uang secara paksa kepada pemilik dan pengunjung warung makan di Medan viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas tersebut, pria dengan ciri-ciri tertentu terlihat mendatangi beberapa meja dan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk membeli minuman keras (miras). Kejadian ini sontak membuat heboh dan meresahkan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kuliner dan warga Medan.

Aksi premanisme ini terekam oleh salah satu pengunjung warung makan yang merasa tidak nyaman dengan tindakan pelaku. Dalam rekaman amatir tersebut, terlihat jelas bagaimana pria tersebut dengan nada bicara yang memaksa dan intimidatif meminta sejumlah uang kepada para pengunjung. Bahkan, beberapa saksi mata menyebutkan bahwa pelaku sempat melontarkan kata-kata kasar dan mengancam jika permintaannya tidak dipenuhi.

Video ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Twitter, dan Facebook, menuai berbagai komentar negatif dan kecaman dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan premanisme yang masih terjadi di kota Medan dan mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak menangkap pelaku serta memberantas praktik serupa yang meresahkan masyarakat.

Para pemilik warung makan di sekitar lokasi kejadian juga mengaku resah dengan adanya aksi premanisme ini. Mereka khawatir kejadian serupa akan terus berulang dan berdampak buruk pada citra usaha mereka serta kenyamanan para pelanggan. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku mengalami kerugian akibat ulah preman yang seringkali memaksa meminta jatah atau uang keamanan dengan jumlah yang tidak wajar.

Pihak kepolisian setempat telah menerima laporan terkait video viral tersebut dan berjanji akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek setempat, saat dikonfirmasi oleh awak media, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum. Tim khusus telah dibentuk untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang terekam dalam video tersebut.

Kejadian heboh preman meminta uang untuk membeli miras di warung makan Medan ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak.

Miris! Oknum Petugas Polda Sumut Diduga Aniaya Istrinya yang Sedang Hamil Tua

Sebuah kabar mengejutkan dan memilukan datang dari Medan, Sumatera Utara, di mana seorang oknum petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sumut diduga melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan aniaya istrinya yang sedang hamil tua. Insiden ini terjadi pada Rabu malam, 16 April 2025, di kediaman mereka di kawasan Medan Helvetia. Kasus dugaan aniaya istrinya ini kini tengah ditangani oleh Propam Polda Sumut setelah korban melaporkan kejadian tragis tersebut.

Menurut laporan korban, seorang wanita berinisial AS (30 tahun) yang sedang mengandung usia delapan bulan, ia mengalami aniaya istrinya oleh suaminya sendiri yang merupakan anggota Polri berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial RS (35 tahun). Korban mengaku dipukul dan dianiaya secara verbal oleh pelaku akibat permasalahan rumah tangga. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh dan trauma psikologis yang mendalam.

Setelah kejadian aniaya istrinya yang menyakitkan tersebut, korban didampingi oleh pihak keluarga memberanikan diri untuk melaporkan suaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut pada Kamis pagi, 17 April 2025. Laporan korban langsung ditindaklanjuti oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Korban juga telah menjalani visum et repertum untuk memperkuat laporannya terkait dugaan aniaya istrinya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan KDRT yang dilakukan oleh seorang anggota Polri terhadap istrinya yang sedang hamil. Pihaknya menegaskan bahwa Polda Sumut tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran disiplin maupun tindak pidana yang dilakukan oleh anggotanya, termasuk kasus dugaan aniaya istrinya ini. “Kami sudah menerima laporan dari korban dan kasus ini sedang ditangani oleh Propam Polda Sumut. Jika terbukti bersalah, oknum anggota tersebut akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Kombes Pol. Hadi.

Kasus dugaan aniaya istrinya yang sedang hamil ini tentu sangat disayangkan dan mencoreng citra institusi kepolisian. Pihak Polda Sumut diharapkan dapat segera menuntaskan kasus ini secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku KDRT, tanpa terkecuali, serta perlindungan maksimal bagi para korban, terutama wanita dan anak-anak. Proses penyelidikan oleh Propam Polda Sumut saat ini sedang berjalan intensif untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus ini.

Aksi Nekat, Warga Medan Curi Besi Jembatan yang Akan Dibangun

Aksi pencurian material besi proyek pembangunan jembatan terjadi di Medan. Kejadian ini membuat pihak berwenang geram, karena aksi pencurian ini dilakukan pada siang hari.

Menurut laporan dari warga setempat, aksi pencurian ini dilakukan oleh beberapa orang yang diduga merupakan warga sekitar. Mereka dengan leluasa mengambil besi yang akan digunakan untuk membangun jembatan. Aksi ini tentu saja menghambat proses pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan aksi pencurian ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami, karena akan memudahkan akses transportasi. Kami harap pihak berwenang segera menangkap para pelaku,” ujar salah seorang warga.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat untuk mengusut kasus ini. Beberapa saksi telah dimintai keterangan dan bukti-bukti telah dikumpulkan. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“Kami akan menindak tegas para pelaku pencurian ini. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” ujar Kapolsek setempat.

Aksi pencurian ini menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang mengecam tindakan para pelaku. Mereka menilai bahwa aksi ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merugikan masyarakat luas.

“Kami sangat kecewa dengan aksi pencurian ini. Ini adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Kami harap para pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya menjaga fasilitas umum. Fasilitas umum dibangun untuk kepentingan bersama, sehingga harus dijaga dan dirawat oleh semua pihak.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi pihak kontraktor dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan. Pemasangan CCTV dan penjagaan oleh petugas keamanan dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah terjadinya pencurian material proyek.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Dengan kerja sama dari semua pihak, diharapkan kejadian serupa tidak akan.