TRAGEDI DI PERAIRAN MEDAN: Nelayan Tewas Terjatuh dari Perahu Saat Melaut

Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 12 April 2025 – Kabar duka datang dari komunitas nelayan di Medan setelah seorang nelayan tewas akibat terjatuh dari perahunya saat mencari ikan di perairan Selat Malaka. Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, mengakibatkan korban hilang sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Identitas nelayan tewas tersebut diketahui bernama Usman (55 tahun), seorang nelayan berpengalaman asal Belawan.

Informasi yang dihimpun dari rekan sesama nelayan menyebutkan bahwa korban pergi melaut seorang diri menggunakan perahu kecil. Diduga kuat, saat sedang memasang jaring di tengah laut, korban kehilangan keseimbangan akibat gelombang atau kondisi perahu yang oleng, hingga akhirnya terjatuh ke laut. Rekan-rekan nelayan yang menyadari korban tidak kembali hingga pagi hari kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Tim SAR gabungan dari Basarnas Medan, Polairud Polda Sumatera Utara, dan komunitas nelayan setempat segera melakukan operasi pencarian. Setelah beberapa jam melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban terakhir terlihat, tim SAR akhirnya menemukan nelayan tewas tersebut dalam kondisi mengapung.

Kepala Kantor SAR Medan, Bapak Rokan Sitompul, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami menerima laporan dari komunitas nelayan pada Sabtu pagi dan langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian. Korban berhasil ditemukan namun sayangnya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban telah dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Belawan. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama saat kondisi cuaca kurang baik atau melaut seorang diri.

Kapolsek Belawan, Kompol Heryanto, S.H., juga turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tewasnya pelayan yang terjatuh ke laut. Pihaknya mengimbau kepada para nelayan untuk selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung saat melaut dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat. Kasus nelayan tewas ini menjadi pengingat akan risiko pekerjaan sebagai nelayan dan pentingnya kewaspadaan.

Lansia di Medan Tewas Dianiaya Perampok saat Ingin Beli Makan

Kota Medan kembali dihebohkan dengan aksi perampokan yang merenggut nyawa seorang lansia. Kali ini, korban bernama Kakek Ahmad (72 tahun), ditemukan tewas dengan luka parah di sekujur tubuhnya setelah diduga menjadi korban perampokan saat hendak membeli sarapan di sekitar kediamannya di Jalan Garuda, Kecamatan Medan Perjuangan. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu pagi, 13 April 2025, sekitar pukul 06.30 WIB.

Menurut keterangan saksi mata, seorang pedagang kaki lima yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian, Kakek Ahmad terlihat berjalan kaki seorang diri menuju warung nasi langganannya. Tiba-tiba, dua orang pelaku perampokan yang mengendarai sepeda motor matic memepet korban. Diduga kuat, pelaku perampokan berusaha merampas barang berharga milik korban. Karena korban melakukan perlawanan, kedua pelaku perampokan tersebut nekat melakukan penganiayaan brutal.

Kronologi Perampokan yang Menewaskan Lansia di Medan:

  • Minggu, 13 April 2025, sekitar pukul 06.15 WIB: Kakek Ahmad (72 tahun) keluar dari rumahnya di Jalan Garuda, Medan Perjuangan, dengan tujuan membeli sarapan di warung terdekat.
  • Sekitar pukul 06.30 WIB: Dua orang pelaku perampokan dengan sepeda motor memepet korban di Jalan Garuda.
  • Terjadi perlawanan dari korban saat pelaku berusaha merampas barang berharga.
  • Pelaku melakukan penganiayaan fisik yang menyebabkan luka parah pada tubuh korban.
  • Setelah korban tidak berdaya, pelaku berhasil mengambil sejumlah uang tunai dari saku korban dan melarikan diri dengan sepeda motor.
  • Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkan perampokan ini ke Polsek Medan Timur.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Joni Sitepu, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian perampokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang lansia. Pihaknya menyatakan telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan mendalam dan mengejar kedua pelaku perampokan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi optimis dapat segera mengungkap identitas pelaku.

Kasus perampokan sadis yang menewaskan seorang lansia ini menimbulkan keprihatinan dan kemarahan di kalangan masyarakat Medan. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan.

Tragis! Pencuri Seng Kandang Kambing Tewas Dihakimi Massa di Medan

Sebuah insiden tragis terjadi di Dusun Sei Rotan, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Medan pada hari Jumat, 30 November 2024, sekitar pukul 03.00 WIB. Seorang pria yang diduga melakukan pencurian seng dari kandang kambing milik warga setempat tewas setelah dihajar massa.

Pelaku dan Korban:

Identitas pelaku pencurian belum diketahui pasti. Sementara itu, pemilik kandang kambing yang menjadi korban pencurian diketahui bernama Bapak Jamal (48 tahun), seorang peternak warga Dusun Sei Rotan.

Kronologi Kejadian:

Kejadian bermula ketika Bapak Jamal terbangun dari tidurnya karena mendengar suara mencurigakan di sekitar kandang kambingnya. Setelah memeriksa, ia mendapati seorang pria sedang berusaha melepaskan lembaran seng dari atap kandang kambing miliknya.

Spontan, Bapak Jamal berteriak maling. Teriakan tersebut membangunkan warga sekitar yang kemudian berhamburan keluar rumah. Warga yang marah atas tindakan pelaku langsung mengepung dan menangkapnya.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai detail pasti, informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa pelaku sempat berusaha melarikan diri sehingga memicu emosi warga. Akibatnya, pelaku dihajar massa hingga mengalami luka parah.

Petugas kepolisian dari Polsek Sunggal yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga menemukan pelaku dalam kondisi kritis. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawa pelaku tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan tewas.

Tindakan Kepolisian:

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk Bapak Jamal dan warga sekitar. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui identitas pelaku dan mendalami lebih jauh kronologi pasti kejadian.

Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Ginting, melalui keterangan persnya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Pihaknya menegaskan bahwa setiap tindakan melanggar hukum harus diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya main hakim sendiri dan pentingnya bagi masyarakat untuk selalu menyerahkan penanganan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.